×
Image

Hukum orang yang memanfaatkan Islam untuk kepentingan pribadi - (Bahasa Indonesia)

Pertanyaan: Apakah pendapat para ulama yang mulia terhadap orang yang memanfaatkan Islam untuk merealisasikan tujuan pribadinya?

Image

HUKUM MEMBELI KUE MAULID - (Bahasa Indonesia)

Apakah memakan kue maulid diharamkan, baik sebelum hari perayaan, sesudahnya atau pada hari perayaannya. Apa hukum membelinya, khususnya kue tersebut tidak ada kecuali pada hari-hari tersebut. Mohon penjelasannya.

Image

MALAM PERTENGAHAN SYA’BAN TIDAK ADA PENGKHUSUSAN DALAM BERIBADAH - (Bahasa Indonesia)

Saya membaca di salah satu kitab bahwa puasa malam pertengahan Sya’ban adalah bagian dari bid’ah. Namun saya juga membaca referensi dari sumber yang lain bahwa hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa adalah malam pertengahan Sya’ban. Apa hukum yang pasti dalam masalah itu?

Image

WAKTU DOA KETIKA BERBUKA - (Bahasa Indonesia)

Untuk orang yang berpuasa ada doa yang terkabulkan ketika berbuka, kapan (waktunya) apakah sebelum, disela-sela atau sesudah berbuka? Dan apakah ada doa-doa dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam atau doa yang dapat anda tunjukkan seperti pada waktu ini?

Image

Bilakah Memulai Puasa Enam Hari Bulan Syawal? - (Bahasa Indonesia)

Bilakah dimulainya pelaksanaan puasa enam hari bulan Syawal, sebab sekarang ini kami sedang menikmati liburan tahunan?

Image

Bagaimana Mengendalikan Rangsangan Seksual Dengan Berpuasa - (Bahasa Indonesia)

Pertanyaanku berkaitan dengan puasa selain di bulan Ramadan yang barokah. Yakni berpuasa ketika seorang muslim ada keinginan untuk menikah akan tetapi belum mampu dilaksanakan sekarang. Yang saya tahu, dalam kondisi seperti itu, dia dinasehatkan untuk berpuasa. Apa hukum yang sebenarnya dalam masalah ini?

Image

Lanjutan: Cara Menyampaikan Kritik Di Antara Para Dai - (Bahasa Indonesia)

Pertanyaan yang dijawab oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah- yang berbunyi: Beberapa minggu yang lalu telah terbit dari Syaikh penjelasan sekitar cara menyampaikan kritik di antara para dai, maka sebagian orang memahami dengan pemahaman yang berbeda-beda. Bagaimana penjelasan Syaikh tentang hal itu?